Bapak Hary

Malang-Jawa Timur

 

Bagaimana caranya agar ayam dapat bertelur secara maksimal selain dari faktor pakan?

Menanggapi pertanyaan diatas dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Agar produksi ayam maksimal harus diawali dari tercapainya target ayam pullet (ayam dara/ayam siap berproduksi) yaitu berat badan sesuai standar (+ 1.385 g/ekor pada umur 16 minggu) dan keseragaman ayam dilihat dari berat badan maupun kematangan mencapai > 80 %. Agar target ayam pullet tercapai perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Masa pemeliharaan periode starter harus benar-benar optimal karena sangat menentukan periode pemeliharaan berikutnya.

  • Kualitas ransum yang diberikan ke ayam harus sesuai dengan kebutuhan ayam, terutama kandungan energi metabolisme dan protein untuk setiap periodenya. Pada periode grower lebih rendah dibanding pada pemeliharaan periode starter dan layer.

  • Jaga kondisi farm agar nyaman untuk pemeliharaan ayam, seperti cukup tersedianya ventilasi udara agar sirkulasi udara lancar sehingga kandang tidak terlalu panas/pengap. Selain itu juga agar oksigen tersedia dalam jumlah cukup. Hindari juga hal-hal yang menyebabkan ayam stres.

  • Lakukan program kesehatan seperti vaksinasi dan pemberian antibiotik untuk mencegah adanya infeksi penyakit dan memberikan kekebalan terhadap tubuh ayam.

  • Lakukan kontrol berat badan (BB) secara rutin dan segera lakukan treatment saat BB tidak sesuai dengan standar.

  • Perhatikan juga program pencahayaan, pada masa grower tidak boleh menambah pencahayaan karena dapat menimbulkan dewasa kelamin dini akibatnya ayam akan bertelur lebih awal tapi tidak bisa mencapai puncak produksi serta kualitas telurnya juga jelek (ukuran telur kecil-kecil).

     

Kualitas pullet akan berpengaruh terhadap produktivitas ayam di masa produksi. Setelah pullet siap berproduksi, selanjutnya yang perlu diperhatikan saat masa layer yaitu :

 

  • Manajemen nutrisi ransum dan air minum

    Berikan nutrisi ransum ayam sesuai periode produksi baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Lakukan pergantian kualitas ransum dari ransum periode grower ke periode layer, saat pergantian ransum ini lakukan secara bertahap agar ayam dapat beradaptasi dengan kualitas ransum yang baru. Sebelum dan setelah pergantian kualitas ransum berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit. Pemberian ransum jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap produksi telur. Perhatikan juga kecukupan kalsium (Ca), fosfor (P) dan vitamin D, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas telur. Air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus), selain itu perhatikan juga kualitas air minum baik fisik, kimia maupun kandungan mikroba.

  • Manajemen Pencahayaan

    Penambahan cahaya segera setelah ada ayam yang bertelur, dari semula 12 jam (periode grower) ditambahkan 4 jam. Sehingga saat puncak produksi pencahayaan telah mencapai 16 jam, pencahayaan ini jangan dikurangi karena cahaya akan menstimulasi produksi telur secara serempak. Gunakan lampu dengan warna merah orange Intensitas cahaya yang diberikan 20 – 40 lux.

  • Manajemen pemeliharaan ternak seperti pindah kandang dilakukan pada umur 12-13 minggu atau maksimal 2 minggu sebelum produksi (bertelur), atau ada beberapa peternak yang melakukan pindah kandang sejak umur 6–7 minggu (sekaligus grading total atau pemilahan ayam sesuai berat badan, hal ini untuk mendapatkan ayam yang seragam). Pindah kandang sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari, untuk meminimalkan ayam stres. Perhatikan ventilasi udara baik aliran maupun kecepatan angin, kecukupan oksigen akan berpengaruh terhadap produksi dan kualitas telur ayam.

  • Manajemen kesehatan ternak

    Vaksinasi terakhir maksimal dilakukan 2 minggu sebelum produksi. Sebaiknya tidak melakukan vaksinasi disaat masa kritis (awal produksi hingga puncak produksi). Monitoring titer antibodi ND, AI, EDS dan IB secara rutin minimal 1 bulan sekali, untuk melihat protektivitas titer antibodi masih melindungi atau tidak. Monitoring titer ini akan menentukan jadwal revaksinasi ND, AI dan IB.

  • Lakukan sanitasi dan desinfeksi kandang secara rutin menggunakan Sporades, Formades, atau Zaldes.

  • Jika perlu berikan antibiotik seperti Neo Meditril, Therapy atau Proxan-S (pilihlah satu dan sesuaikan dengan penyakit yang sering menyerang) pada saat umur rawan penyakit.

  • Pengambilan telur dilakukan 2 – 3 kali sehari. Lakukan seleksi terhadap kualitas telur meliputi retak, pecah, warna kerabang dan ketebalan kerabang.

Artikel Terbaru

www.medion.co.id               info@medion.co.id                 0813-2185-7405 (Customer Service)                 facebook.com/medionwisata 
Cara berlangganan Info Medion SMS ke 0852 2114 1929 dengan format Reg IM Nama AlamatSurat AlamatEmail
agar tampilan website ini dapat berjalan lebih optimal, disarankan menggunakan program browsing internet terbaru