Kata Peternak yang Telah Membuktikan Kualitas Vaksin AI Medion | Print |

Avian Influenza (AI) merupakan penyakit viral yang selalu menjadi perhatian kita bersama. Mengingat efek yang ditimbulkannya begitu besar terhadap peternakan kita, seperti halnya penurunan produksi secara drastis, mencapai 20-80% sampai kematian ayam kita. Selain itu, virus penyebab AI yang termasuk dalam golong orthomyxovirus ini memiliki karakteristik mudah mengalami mutasi, baik minor (antigenic drift) maupun mayor (antigenic shift), sehingga tingkat keganasannya bisa berubah-ubah (bisa semakin ganas maupun sebaliknya).

Medion, sebagai Perusahaan Indonesia yang inovatif dan berkualitas telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk memproduksi vaksin AI, yaitu Medivac AI dan Medivac ND-AI. Tidak hanya sebatas itu, Medion selalu melakukan pemantauan perkembangan virus AI dan keandalan Medivac AI maupun Medivac ND-AI dalam melindungi ayam dari serangan virus mematikan ini. Mengenai bukti keandalan Medivac AI dan Medivac ND-AI telah dibahas secara detail pada artikel utama Info Medion edisi bulan ini. Sedangkan pendapat peternak yang telah merasakan keandalan vaksin AI Medion, kami tampilkan pada lembar ini.


Telur Intan Group - Malang

H. Abd. Kholiq, pria kelahiran Malang, 43 tahun silam merupakan pendiri sekaligus pemilik dari Telur Intan Group. Saat ini, populasinya ayamnya tidak kurang dari 1,6 juta yang terdiri dari ayam petelur di farm internal 150.000 ekor dan plasma 450.000 ekor serta populasi kemitraan ayam pedaging mencapai 1 juta ekor.

 

H. Abd. Kholiq saat kontrol kandang bersama Bapak Maskon, District Assistant Manager (DAM) wilayah Malang
(Sumber : Dok. Medion)


Bersama Istri tercinta, Hj Siti Rukhoyah
(Sumber : Dok. Medion)

Berbicara mengenai vaksin AI, pria yang memiliki moto hidup “Jujur, disiplin, loyal dan kreatif” ini sejak tahun 2004 telah mempercayakan perlindungan AI pada Medivac AI. Meski pada awal tahun 2005 sempat beralih ke vaksin AI pesaing karena harganya yang lebih murah, pada pertengahan 2005 kembali menggunakan Medivac AI karena tingkat kegagalan vaksin AI pesaing tersebut masih relatif tinggi. Suami dari Hj Siti Rukhoyah ini menuturkan, “Medivac AI memiliki kualitas terbaik yang dibuktikan dari tidak adanya kasus outbreak AI dan hasil titer antibodinya protektif.” Sedangkan peternak di sekitar peternakannya yang tidak menggunakan Medivac AI masih banyak yang terserang penyakit viral ini.

Penggunaan Medivac AI pun aman, tidak menyebabkan stres yang berlebihan maupun mengganggu pertumbuhan, menyebabkan keterlambatan maupun penurunan produksi telur. “Saya pernah mendengar kalau divaksin AI bisa mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan produksi telur, bahkan mengakibatkan produksi telur turun. Namun dengan Medivac AI peternakan saya aman dan tidak terjadi hal seperti itu”, ujar Ayah dari Malinda Prilly, Muhammad Rizal Khoirurrojikin dan Muhammad Royyan. Keyakinan H. Abd. Kholiq untuk menggunakan produk Medion, terutama Medivac AI, semakin bertambah karena adanya servis dari tenaga lapangan yang andal dan profesional serta servis yang paling baik, meliputi pelayanan teknis di kandang, uji laboratorium, ceramah, seminar dan pelatihan skill tenaga lapangan (PPL, manajer, dll) baik melalui Diklat maupun praktek lapangan. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah hubungan kekeluargaan yang baik dari tenaga lapangan sampai jajaran Top Management Medion.


Rama Sakti KK – Jakarta Timur

Rama Sakti KK didirikan oleh Bapak Akiong pada tahun 1982. Berkat kerja kerasnya, saat ini populasinya telah mencapai 600.000 ekor ayam pedaging.

Pada tahun 2007, beliau sangat antusias menggunakan produk Medion yaitu Medivac ND-AI. Alasannya adalah, sebelum kemunculan produk ini, beliau harus repot mencampurkan dua jenis vaksin untuk memerangi ND dan AI, sedangkan hasilnya belum tentu baik dan steril. Apalagi, Medion adalah perusahaan pelopor yang mengkombinasikan vaksin ND dan AI, sehingga dirasakan sangat bermanfaat bagi Bapak Akiong. Selain pelayanan Medion prima, kualitas produknya juga sangat baik. Pengiriman produk tidak pernah terlambat dan selama menggunakan Medivac ND-AI, tidak pernah terjadi outbreak AI di kandang miliknya.


Inti Tani – Makasar

Peternakan Inti Tani milik H. Jusup Madeamin sudah berdiri sejak tahun 2002 dan saat ini populasinya mencapai 170.000 ekor ayam pedaging dan 35.000 ekor ayam petelur. Setelah satu tahun berkecimpung di dunia peternakan, Bapak Jusup langsung menggunakan produk Medion. Sebelumnya, Bapak Jusup menggunakan berbagai macam jenis obat dan vaksin dari perusahaan-perusahaan lokal lain. Namun setelah mengenal Medion, beliau percaya pada kualitas produk-produk Medion. Menurutnya, produk Medion berkualitas baik dan pelayanannya sangat memuaskan. Selain itu, distribusinya lancar sehingga tidak sulit mendapatkan produk Medion pada saat keadaan mendesak.

Dalam memerangi AI, Bapak Jusup mempercayakannya pada Medivac AI, karena produk ini terbukti dapat menangani masalah yang ditimbulkan oleh virus AI. Sampai saat ini, Bapak Jusup tetap setia menggunakan produk-produk Medion untuk semua program medikasi dan vaksinasi.

 

(Sumber : Dok. Medion)

 

Budi Ayung Farm – Jakarta Barat

Budi Ayung Farm sudah berdiri sejak tahun 1980-an dan saat ini populasinya mencapai 165.000 ekor ayam petelur. Bapak Ayung, pemilik farm ini, mengenal Medivac AI sejak akhir tahun 2005, ketika terjadi outbreak AI besar-besaran di farmnya. Sebelumnya, beliau menggunakan produk dari perusahaan lain. Menurut penuturannya, semenjak menggunakan Medivac AI, tidak pernah terjadi outbreak AI lagi. Karena itulah, kepercayaannya kepada produk-produk Medion meningkat. Sampai hari ini beliau masih menjadi pelanggan setia Medion, bukan hanya Medivac AI, tetapi juga banyak produk-produk lainnya.


Shinta Farm – Solo

Sejak tahun 2008, program vaksinasi di Shinta Farm menggunakan produk impor seluruhnya. Alasannya adalah karena merasa lebih terpercaya dibandingkan dengan produk lokal.

Namun semenjak adanya kasus AI yang merebak dimana-mana, Ibu Siti Jamilah Suharna, pemilik Shinta Farm dengan populasi 75.000 ekor ayam petelur, mengikuti perkembangan kasus tersebut melalui info tenaga lapangan (termasuk tenaga lapangan Medion) maupun seminar-seminar. Semenjak saat itu, beliau menjadi lebih mengerti bahwa virus AI harus dibasmi dengan menggunakan vaksin yang homolog. Karena itulah, Ibu Siti Jamilah Suharna mulai menggunakan Medivac AI untuk semua ayamnya dan ternyata menunjukkan hasil yang sangat baik. Karena itulah sampai sekarang tetap setia menggunakan Medivac AI, bahkan beliau juga menggunakan semua jenis Medivac untuk program vaksinasi di farm-nya.

(Sumber : Dok. Medion)

Medivac AI telah banyak digunakan oleh peternak dari seluruh wilayah Indonesia dan terbukti efektif melindungi ayam, baik ayam petelur, pedaging, jantan dan pembibit dari serangan virus AI. Dalam kesempatan ini, Medion menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ibu peternak yang telah setia menggunakan Medivac AI. Kepercayaan Bapak Ibu ini akan kami jaga selalu dengan selalu memantau perkembangan virus AI ini sehingga dapat dihasilkan vaksin AI (Medivac AI dan Medivac ND-AI) yang memiliki perlindungan optimal terhadap serangan virus AI. Salam sukses selalu.



Info Medion Edisi November 2010

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

 

Produk Medion