Tepat Revaksinasi dengan Monitoring Titer Antibodi | Print |

Salah satu peternak ayam layer bertanya pada tim konsultasi teknis Info Medion, saat masuk awal masa produksi telur, pada umur berapa ayam layer perlu diberikan vaksinasi ulangan? Untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, kuncinya ada pada monitoring titer antibodi. Mengapa demikian? Berikut akan kami jelaskan.


Manajemen Kesehatan Masa Produksi

Seperti yang sudah dibahas pada artikel utama Info Medion edisi kali ini, saat ayam mulai memasuki masa produksi telur sampai dengan puncak produksi (masa kritis, red), revaksinasi sebisa mungkin dihindari. Alasannya, dikhawatirkan pelaksanaan vaksinasi dapat menurunkan jumlah produksi telur akibat stres yang ditimbulkan oleh perlakuan vaksinasi tersebut.

 

Untuk itu, program vaksinasi seperti ND, EDS, IB, AI dan korisa diharapkan sudah dilakukan 2 minggu sebelum awal produksi. Namun pada kenyataannya, hal ini sulit untuk diterapkan karena padatnya jadwal vaksinasi, mengingat pentingnya vaksinasi atau revaksinasi tersebut untuk mencegah serangan penyakit di masa produksi.

Oleh karena itu, sebaiknya vaksinasi maupun revaksinasi selama masa produksi dilakukan dengan hati-hati. Pastikan bahwa ayam yang akan divaksin sedang dalam kondisi sehat dan berat badannya sesuai standar. Pastikan pula handling (penanganan) vaksin dilakukan dengan benar, aplikasi vaksinasi tepat, dan dosis vaksin yang diberikan seragam.

Mengenai jadwal revaksinasi, bisa ditentukan berdasarkan sejarah kasus penyakit yang biasa terjadi di farm atau daerah setempat (dengan melihat recording/catatan pemeliharaan ayam pada periode sebelumnya), khususnya untuk penyakit-penyakit yang berdampak besar pada produksi telur, atau dengan melihat gambaran titer antibodi (angka kekebalan) ayam dari hasil uji serologi yang secara rutin dilakukan. Pemantauan titer antibodi secara rutin inilah yang disebut dengan monitoring titer antibodi.


Bantu dengan Monitoring Titer Antibodi

Tak hanya mobil atau motor yang memerlukan check up rutin, tubuh ayam pun seharusnya diservis secara rutin. Sayang, sebagian peternak masih berpikiran “kenapa harus ke dicek kalau tidak sakit?” Ada penyakit yang tidak menampakkan gejalanya di awal, ketika terdeteksi sudah dalam tingkat yang parah bahkan tidak bisa diobati, seperti penyakit ND dan AI yang selama ini menyerang. Untuk mencegah dampak negatif tersebut, di sinilah monitoring titer antibodi sangat berperan.

Berikut kami berikan beberapa contoh hasil monitoring titer antibodi ND di peternakan ayam layer. Kita tahu bahwa ND merupakan penyakit viral yang sudah sering menyerang layer. Program vaksinasinya pun sangat padat. Bahkan setelah masuk masa produksi, revaksinasi-nya juga sering dilakukan. Selama ini revaksinasi ND di lapangan biasanya dijadwalkan setiap 1,5/2/3 bulan sekali. Namun, agar jadwal revaksinasi tersebut bisa lebih tepat lagi, maka perlu dibantu dengan monitoring titer antibodi.

Pada farm layer B misalnya, peternak melakukan vaksinasi ND terakhir pada umur 16 minggu menggunakan vaksin ND-IB killed (inaktif), karena sebelumnya titer antibodi ND di umur tersebut sudah sangat rendah. Hasil monitoring titer setelah vaksinasi umur 16 minggu bisa dilihat pada Grafik 1.

 

Dari Grafik 1 bisa dilihat bahwa titer antibodi hasil vaksinasi ND umur 16 minggu mampu bertahan cukup lama hingga umur 30 minggu. Namun rataan titer antibodi mulai umur 23 hingga 30 minggu memiliki pola menurun dan saat umur 30 minggu, titer antibodi sudah mendekati standar protektif. Dengan data ini artinya peternak harus segera mengambil tindakan revaksinasi ND untuk meningkatkan titer antibodi pada level protektif sehingga ayam aman dari resiko terinfeksi ND.

 

Memperoleh Baseline Titer dari Monitoring

Manfaat lain yang akan diperoleh peternak jika rutin melakukan monitoring titer ialah mendapatkan gambaran baseline titer (titer dasar) yang aman bagi farm yang dikelolanya. Sehingga, jika suatu saat ditemukan adanya gambaran titer yang berbeda dari biasanya (baseline titer, red), maka hal ini bisa menjadi peringatan dini (early warning system) akan kondisi ayam. Salah satu contoh baseline titer yang dimiliki peternak layer Jawa Timur (Grafik 2).


 

Dari hasil bahasan di atas bisa kita simpulkan bahwa monitoring titer antibodi sangat penting untuk menentukan jadwal vaksinasi yang tepat untuk ayam layer yang sudah memasuki masa produksi. Bukan hanya ND, namun juga titer antibodi penyakit-penyakit viral yang lain bisa kita monitoring. Kita tidak pernah tahu kapan ancaman bibit penyakit viral akan menyerang di peternakan. Oleh karena itu, mengandalkan sejarah/riwayat serangan penyakit periode sebelumnya dirasa masih belum cukup tanpa dilakukannya monitoring titer antibodi.

Untuk melakukan uji serologi guna me-monitor titer antibodi, peternak bisa melakukannya di MediLab (Medion Laboratorium). Ada 14 cabang MediLab yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya MediLab ini, peternak ayam di Indonesia bisa selalu memantau kesehatan ternaknya.

 


Info Medion Edisi Juli 2013

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

 

 

Produk Medion