Konsultasi AI pada Itik | Print |

Bapak Defi Dradjat

This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it


Kasus kematian itik akibat virus AI sudah banyak diberitakan di media massa. Hasil pengamatan kami biasanya itik yang terinfeksi virus ini menunjukkan perubahan seperti bola mata menjadi lebih keruh dan kemudian menjadi abu-abu diikuti oleh gerakan tubuh yang tidak terkoordinasi (inkoordinasi), serta leher terpuntir (tortikolis). Untuk mengatasi serangan virus ini, vaksin apa yang sebaiknya digunakan untuk itik?


Jawab :

Sedikit menanggapi pernyataan Bapak, kasus yang belakangan ini banyak menyebabkan kematian pada itik memang disebabkan oleh agen infeksius virus dengan tingkat kematian yang tinggi. Jika dilihat dari gejala klinis yang Bapak sampaikan, arahan diagnosanya adalah AI. Hal ini ditunjang juga oleh data PCR (Polymerase Chain Reaction) hasil pemantauan tim R&D Medion, itik dengan gejala klinis yang hampir sama seperti yang Bapak sampaikan menunjukkan hasil positif terinfeksi AI.

 

Untuk mengatasi serangan virus ini, salah satu langkah yang bisa diterapkan adalah dengan melakukan upaya vaksinasi menggunakan vaksin Medivac AI. Untuk itik pedaging, vaksinasi AI dapat dilakukan pada minggu ke-2. Sedangkan untuk itik petelur, vaksinasi AI sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali sebelum itik memasuki masa produksi, yaitu pada minggu ke-2, 4 minggu post vaksinasi pertama, dan 3 minggu sebelum memasuki masa produksi. Selanjutnya pada masa produksi perlu juga dilakukan pengulangan vaksinasi. Jadwal pengulangan vaksinasi ini akan lebih tepat jika didukung dengan data monitoring titer antibodi yang dilakukan setiap bulan. Namun jika data monitoring belum ada, pengulangan vaksinasi AI di masa produksi dapat dilakukan setiap 2-3 bulan.

Selain vaksinasi, pencegahan penyakit AI perlu didukung juga dengan pelaksanaan biosecurity yang optimal. Biosecurity merupakan kegiatan manajemen yang dipadukan secara menyeluruh untuk mencegah bibit penyakit masuk, tinggal dan menginfeksi suatu peternakan. Beberapa contoh biosecurity yang dapat diterapkan di peternakan itik Bapak, yaitu meminimalisir orang dan kendaraan yang masuk ke kandang, melakukan desinfeksi (semprot) kendaraan dan personal (celup kaki) sebelum masuk kandang, menyemprot kandang secara rutin (4 hari sekali) dengan desinfektan seperti Neo Antisep atau Antisep, desinfeksi peralatan kandang, tempat makan dan minum dengan Medisep, sanitasi air minum menggunakan Desinsep dan hindari kontak dengan unggas lain atau hewan liar. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cegah stres pada ternak itik Bapak, salah satunya dengan pemberian anti stres seperti Vita Stress atau Fortevit dan terapkan manajemen pemeliharaan yang baik.



Info Medion Edisi April 2013

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

 

 

Produk Medion