Konsultasi Formulasi Ransum | Print |

BAPAK AHMAD TOHARI

This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it


1.

Bagaimana cara menentukan nilai kadar protein dan energi metabolisme dalam formulasi ransum dimana bahan baku pakan yang digunakan berupa jagung, konsentrat dan bekatul?

2.

Berapa persentase formulasi yang bagus dari ketiga bahan baku tersebut untuk digunakan pada ayam petelur fase produksi?


Jawab:

1.

Pada prinsipnya perhitungan kadar energi metabolisme (EM) maupun protein kasar (PK) yang terkandung dalam ransum self mixing (formulasi sendiri) ialah dengan mengalikan persentase penggunaan bahan baku dengan kandungan EM & PK dari masing bahan tersebut. Setelah itu nilai per masing-masing bahan baku dijumlah untuk mengetahui kadar EM & PK dari formulasi ransum.


Untuk mengetahui kadar EM & PK hasil formulasi ransum, kita harus mengetahui terlebih dahulu kadar nutrisi masing-masing bahan baku pakan (lihat tabel 2). Setelah itu tentukan persentase komposisi dari ketiga bahan baku tersebut, 3 alternatif contoh formulasi pakan untuk ayam fase produksi (layer) (tabel 3) dengan hasil perhitungan kualitas nutrisinya (pada tabel 6).

 


Tabel 2. Kandungan / Kadar Nutrisi Bahan Baku Pakan.

Bahan Baku

EM

(kkal/

kg)

PK

LK

SK

Abu

Ca

P (tot)

P (terse-

dia)

Sodium

Klorida

Methio-

nine

Lysine

Linoleat


---------------------------%---------------------------

Jagung

3.310

7,80

3,10

2,80

1,50

0,07

0,25

0,06

0,004

0,04

0,18

0,26

1,51

Konsentrat

2.000

33

6

8

36

10

1

0

0

0

0

0

0

Bekatul

2.895

12,40

13,30

4,50

6,90

0,07

1,51

0,06

0,06

0,07

0,26

0,57

5,12

 

Note :

EM = Energi Metabolisme; PK = Protein Kasa; LK = Lemak Kasar; SK = Serat Kasar; Ca = kalsium; P = Fosfor

Sumber : Feed Reference Standard (2003) dan leaflet konsentrat dari berbagai produsen


 Tabel 3. Contoh Formulasi Pakan

Formulasi

Jagung

Konsentrat

Bekatul

-----------------%-----------------

A

45

35

20

B

47

35

18

C

50

35

15


 

Dari formulasi pada tabel 3 tersebut kemudian perhitungkan kadar EM & PK. Contoh perhitungan kadar EM & PK dari formulasi A dapat dilihat pada tabel 4 & 5.

 


Tabel 4. Perhitungan Kadar EM

Bahan baku

Perhitungan

Hasil

Jagung

45% x 3.310

1.489,5

Konsentrat

35% x 2.000

700

Bekatul

20% x 2.895

579

Total EM pakan (kkal/kg)

2.768,5


 

Tabel 5. Perhitungan Kadar PK

Bahan baku

Perhitungan

Hasil

Jagung

45% x 7,8

3,51

Konsentrat

35% x 33

11,55

Bekatul

20% x 12,4

2,48

Total PK pakan (%)

17,54

 

 

Begitu juga dengan perhitungan kadar nutrisi lainnya, seperti lemak kasar, serat kasar, kalsium, fosfor, dll (lihat tabel 6)

 

Tabel 6. Kandungan Nutrisi Hasil Formulasi VS Kebutuhan Nutrisi Fase Layer (Produksi)

Formu-

lasi

EM

(kkal/

kg)

PK

LK

SK

Abu

Ca

P (tot)

P (terse-

dia)

Sodium

Klorida

Methio-

nine

Lysine

Linole-

at


---------------------------%---------------------------

A

2.768,50

17,54

6,16

4,96

14,66

3,55

0,76

0,42

0,01

0,03

0,13

0,23

1,70

B

2.776,8

17,45

5,95

4,93

14,55

3,55

0,74

0,42

0,01

0,03

0,13

0,22

1,63

C

2.789,25

17,31

5,65

4,88

14,39

3,55

0,70

0,41

0,01

0,03

0,13

0,22

1,52

Fase Pemeliharaan

Layer1)

2.750

17,2-18,2

2,5-72)

<72)

5-82)

3,6-3,8

0,6-0,9

0,41

>0,16

0,16-0,24

0,42

0,872)

-

 

Keterangan :

1) Sumber : Manual Guide Isa Brown, 2007

2) Sumber : Standar Nasional Indonesia (SNI), 1995


 
Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan gunakan feed supplement seperti Mineral Feed Supplement A, Top Mix atau Top Mix HC pada saat formulasi pakan. Selain itu juga, secara berkala lakukan pengujian terhadap kualitas bahan baku pakan (karena beda supplier/pengambilan kualitas bahan baku dapat berbeda-beda) maupun hasil formulasi untuk melihat secara nyata kandungan nutrisi hasil formulasi ransum tersebut.

2.

Hal pertama yang harus diketahui untuk menentukan persentase formulasi ransum yaitu batasan maksimal dan minimal suatu bahan baku dapat digunakan (dilihat dari kandungan nutrisi dan zat antinutrisi yang mungkin ada). Kemudian tentukan komposisi pada formulasi ransum dan bahan baku yang akan digunakan. Contoh formulasi ransum dapat dilihat pada jawaban nomor 1.

 

 

 

 

Produk Medion