Berbagi Pengetahuan Bersama Medion

 

PT. Medion memang selalu membuka diri untuk siapa saja yang ingin belajar seputar dunia peternakan. Pada 21 Desember 2017 lalu, sebanyak 57 orang mahasiswa dan 1 orang dosen Fakultas Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengunjungi pabrik PT. Medion di Cimareme, Padalarang, Bandung. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk membuka wawasan mengenai industri farmasi peternakan.

Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi obat-obatan dan vaksin saja, namun mereka juga mendapatkan edukasi yang lebih mendalam tentang proses produksi tersebut. Edukasi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat.

 

Seluruh peserta merasa kunjungan tersebut sangat bermanfaat dan aplikatif dalam bidang ilmu yang sedang dipelajari. Mereka berharap kegiatan edukatif PT. Medion dapat dilaksanakan lebih sering.

Print

Mahasiswa Universitas Airlangga Menangkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Medion

PT. Medion, selalu berusaha mewujudkan komitmennya dalam mengedukasi dengan berbagai cara. Salah satunya melalui program Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) untuk para mahasiswa, yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 November 2017 lalu. Para peserta yang mengirimkan proposal karya ilmiahnya berasal dari beberapa universitas seperti Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta, Universitas Airlangga - Surabaya, dan Universitas Syiah Kuala - Aceh. Dari seluruh proposal yang diterima oleh PT. Medion, terpilih 5 proposal yang maju sebagai finalis dan berkesempatan untuk mempresentasikan karyanya di hadapan para juri. Kelima proposal tersebut empat diantaranya adalah kategori medikasi dan satu untuk kategori marketing.

Para juri yang menilai proposal adalah yang berkompeten di bidangnya, yaitu drh. Budi Purwanto selaku Animal Health Senior Manager, drh. Suwadi Hartono selaku Regional Manager, drh. C.H. Lilis selaku Technical Education and Consultation Manager, dan Riana, Apt selaku Research & Development Manager PT. Medion. Mereka mengungkapkan bahwa proposal yang masuk pada LKTI kali ini sangat berbobot dan berkualitas, sehingga sulit untuk menentukan finalis bahkan pemenang.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, mahasiswi dari Universitas Airlangga yaitu Latifah Ayu Prameswari dan Endah Paraswati berhasil keluar sebagai juara pertama. Proposal yang dilombakan termasuk dalam kategori medikasi. Kedua mahasiswi tersebut mengangkat tema tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai imunomodulator pada ayam layer.

Seluruh peserta merasa senang berkesempatan mengikuti LKTI karena mendapatkan saran dan masukan yang sangat relevan dari dewan juri. Mereka mendapatkan pengalaman baru yang berharga, apalagi dapat mengunjungi langsung PT. Medion. Semoga kegiatan edukasi Medion dapat terus dilaksanakan sehingga berkontribusi pada dunia peternakan nasional.

 

 

 

Print

Jonas Jahja Dapatkan Gelar Doktor Honoris Causa

Pada tanggal 9 Desember 2017, Drs. Jonas Jahja, Apt., Presiden Direktur PT. Medion, mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa, bidang Ilmu Ternak Unggas, dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Gelar tersebut diberikan atas prestasi dan dedikasinya dalam ilmu peternakan unggas. Rekomendasi pemberian gelar tersebut juga diberikan oleh Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) dan Pinsar Petelur Nasional (PPN).

Acara penganugerahan ini dihadiri tak kurang dari 80 orang guru besar dari berbagai universitas. Di antaranya, Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, M.S. (IPB), Prof. drh. Agus Setiono, M.S, Ph.D, APVet (IPB), Prof. Dr. drh. Chairul Anwar Nidom, M.S. (Unair), Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Mahardika (Unud), Prof. Dr. Ir. I Nyoman Suparta, M.S., M.M (Unud), Prof. drh. Widya Asmara, S.U., Ph.D. (UGM), dan Prof. Toto Winata, Ph.D. (ITB). Selain itu, hadir pula perwakilan dari pemerintahan Jawa Tengah serta undangan lainnya yang bertotal lebih dari 500 orang.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Pengembangan Vaksin dan Obat Unggas yang Inovatif dalam Upaya Peningkatan Protektivitas”, Jonas mengungkapkan bahwa dalam perkembangan dunia peternakan unggas, pasti ada masalah penyakit yang harus dihadapi. Salah satunya penyakit Newcastle Disease (ND) yang sangat infeksius dan menyebabkan kerugian sangat tinggi. Hal tersebut mendorongnya untuk mengembangkan vaksin ND inaktif dengan seed virus yang sesuai dengan strain virus lapang.

Selain itu, Jonas juga mengembangkan produk-produk yang memanfaatkan ekstrak herbal alami. Salah satunya adalah Imustim yang merupakan imunostimulan. Imustim efektif meningkatkan sistem imun sehingga dapat mendukung vaksinasi. Beberapa produk herbal lainnya yang dikembangkan antara lain, Kumavit untuk meningkatkan nafsu makan, Ammotrol untuk mengontrol bau amonia, dan masih banyak lagi.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. dalam sambutannya mengatakan, Jonas telah lolos dalam penilaian akademik dan penilaian non akademik. "Saudara Jonas Jahja telah berhasil menyediakan vaksin dan obat unggas sehingga unggas Indonesia lebih sehat dan produktif, dengan demikian ia ikut berkontribusi dalam penyediaan pangan, khususnya daging dan telur unggas," ujarnya. Selain itu, Jonas juga dinilai aktif dalam kegiatan edukasi dan penerbitan edukasi buletin gratis, yang merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jonas pun berjanji akan terus melakukan inovasi dan riset-riset untuk tetap berkontribusi dalam dunia peternakan.

 

 

 

Print

Medinnovation, Wadah Siswa SMK Belajar dan Berinovasi

 

Pada 15-16 November 2017, PT. Medion mengadakan Medinnovation yang merupakan lomba tingkat siswa SMK yang berkaitan dengan inovasi. Tujuannya mendorong dan memfasilitasi siswa SMK untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensinya. Tema Medinnovation kali ini adalah Smart Office Berbasis Microcontroller, dengan fokus Saving Energy dan Otomasi Alat Bantu Proses Kerja di Office.

Adapun sekolah yang ikut berpartisipasi antara lain SMKN 2 Klaten, SMK Bela Nusantara, SMKN 1 Cihampelas, SMK TI Pembangunan, dan SMKN 2 Cimahi. Para siswa mengajukan proposal secara berkelompok dengan jumlah dua atau tiga orang per kelompok. Kemudian, mereka diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil inovasi kelompoknya sesuai dengan proposal yang telah diajukan.

Setelah melalui penilaian yang ketat, SMKN 2 Klaten keluar sebagai pemenang pertama. Judul inovasi yang dibuat adalah Otomasi Lampu Sebagai Solusi Penghemat Energi Berbasis Arduino. Ide kelompok tersebut dinilai paling inovatif dan dapat menghemat energi. Selain lomba utama, diadakan pula lomba merakit panel yang dimenangkan oleh ....

Tidak hanya itu, PT. Medion juga memberikan materi edukasi untuk menambah pengetahuan para siswa, yaitu mengenai peran teknisi dalam pengoperasian kandang closed house. Setelah rangkaian lomba selesai, para peserta diajak melihat langsung lingkungan pabrik Medion di Cimareme, Padalarang, Bandung.

Para peserta merasa sangat senang dapat mengikuti acara ini. Setiap peserta terpicu untuk melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat. Mereka juga berterima kasih kepada para juri yang telah memberikan koreksi dan arahan yang berguna agar setiap peserta dapat menjadi lebih baik lagi.

 

 

 

Print

Melihat Dunia Peternakan Lewat Kunjungan ke Medion

Mahasiswa tingkat akhir, sejatinya memerlukan gambaran mengenai dunia yang akan digeluti selepas bangku perkuliahan. Begitu pula yang dengan mahasiswa semester 7 Jurusan Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Pada 9 November 2017, sebanyak lebih dari 80 orang mahasiswa dan dosen mengunjungi PT. Medion untuk melihat secara langsung dunia farmasi peternakan. 

Rombongan dari UAD tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh pihak Medion. Mereka diberikan materi pembahasan mengenai produksi obat dan vaksin, serta diskusi dengan staf ahli. Para peserta merasa materi yang disampaikan membuka wawasan mereka tentang dunia farmasi peternakan. Mereka pun berharap PT. Medion akan terus menerima kunjungan mahasiswa karena merupakan salah satu kegiatan yang menunjang pendidikan dan persiapan kerja para mahasiswa tersebut.

Print

Perayaan Unik Malam Tahun Baru di Berbagai Negara

 

Pergantian tahun baru menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia. Kebanyakan dari kita merayakan tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga, berekreasi, ataupun menyalakan kembang api saat tepat tengah malam untuk menandakan pergantian tahun. Namun, di beberapa negara terdapat cara yang unik dalam menyambut tahun baru, diantaranya:

  1. Makan Sebanyak 12 Piring di Estonia

    Makanlah sebanyak-banyaknya jika Anda sedang berlibur di Negara Estonia, terutama saat perayaan tahun baru. Karena makan banyak disini bukanlah menjadi momok memalukan. Jika Anda bisa menghabiskan makanan sebanyak 12 piring, dipercaya kehidupan Anda akan jauh lebih baik terutama masalah kesehatan. Makan 12 piring melambangkan kekuatan dari 12 orang pria.

  1. Pukul Panci dengan Sodet Sebising-bisingnya

    Jika Anda ingin menikmati pergantian tahun baru 2018 tanpa suara berisik, jangan sekali-kali datang ke Negara Australia, terutama di daerah pedesaannya. Karena masyarakat asli di sana akan melakukan tradisi yang terbilang aneh yakni memukul panci sekeras-kerasnya. Tentu saja suara ini terdengar bising sekali. Terlebih yang melakukannya bukan hanya satu atau dua orang saja. Tapi jumlahnya bisa mencapai jutaan orang. Mereka akan berkumpul terlebih dahulu sebelum jam 12 malam tiba, kemudian mereka akan mengelilingi desa sambil memukul-mukulkan sodet (sendok besar) ke panci yang mereka bawa.

  1. Wajib Berpakaian Putih di Brazil

    Memakai baju bling-bling alias berwarna terang saat tahun baru agar penampilan Anda semakin modis, tentu hal yang lazim untuk kita temui. Tapi lain halnya di Negara Brazil. Masyarakatnya akan merayakan malam tahun baru dengan memakai pakaian putih bersih yang baru, dari baju, celana, sampai sepatunya. Arti warna putih mewakili energi suci. Jadi memakai baju putih bisa menghilangkan masa lalu yang gelap dan kelam. Menghapus segala keburukan dan nasib sial di tahun yang sudah dilewati serta mendatangkan segala kebaikan dan peruntungan di tahun baru mendatang.

  1. Menyambut Tamu Pertama di Skotlandia

    Di negara Skotlandia, orang-orang menyebut malam tahun baru sebagai Night of The Candle. Mereka menyambut tahun baru dengan membersihkan rumah dan mempersiapkan diri jika ada tamu yang datang ke rumah. Mitosnya siapa tamu pertama yang masuk melewati pintu rumah dan membawa hadiah bagi tuan rumahnya akan menentukan keberuntungan bagi seluruh keluarga.

     

  2. Membakar Boneka Jerami di Kolombia

    Di Kolombia, tradisi tahun baru dilakukan dengan membakar sebuah boneka jerami yang mirip orang-orangan sawah. Mereka akan menulis nasib buruk atau kesalahan yang ingin dibuang dalam sebuah kertas, lalu menempelkannya pada boneka. Setelah itu, mereka membakarnya pada pukul 12 malam sebagai simbol selamat tinggal bagi nasib buruk.

     

 

Sumber: http://www.kejadiananeh.com/

 

 

Print

www.medion.co.id               info@medion.co.id                 0813-2185-7405 (Customer Service)                 facebook.com/medionwisata 
Cara berlangganan Info Medion SMS ke 0852 2114 1929 dengan format Reg IM Nama AlamatSurat AlamatEmail
agar tampilan website ini dapat berjalan lebih optimal, disarankan menggunakan program browsing internet terbaru